BERITAPIRAL.COM – TULANG BAWANG, Kondisi memprihatinkan yang menimpa SD Negeri 01 Warga Indah Jaya mulai membuka tabir persoalan serius di balik pengelolaan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang. Kerusakan bangunan sekolah yang disebut-sebut telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: mengapa sekolah yang kondisinya nyaris ambruk justru belum mendapatkan prioritas perbaikan dari Dinas Pendidikan? (05/04/26)
Informasi yang dihimpun tim investigasi menyebutkan bahwa laporan kerusakan sekolah sebenarnya telah disampaikan sejak tahun 2023. Namun hingga kini, bangunan yang digunakan ratusan siswa untuk belajar masih berada dalam kondisi memprihatinkan, dengan bagian atap, dinding, dan struktur bangunan yang dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Situasi ini semakin memanas ketika muncul tudingan dari oknum pejabat di Dinas Pendidikan yang menyebut dokumentasi kerusakan sekolah sebagai “hasil editan” atau rekayasa. Tuduhan tersebut menuai kekecewaan dari pihak sekolah. Salah seorang guru senior yang telah puluhan tahun mengabdi mengaku tersinggung dengan pernyataan tersebut.
> “Saya ini sudah tua, tinggal beberapa tahun lagi pensiun. Untuk apa saya berbohong? Dokumentasi kondisi sekolah diambil dari berbagai sudut, dari depan, samping hingga belakang. Kalau disebut editan, itu sama saja menghina kami yang bekerja di lapangan,” ujar guru tersebut dengan nada kecewa.
Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya jurang kepercayaan antara pihak sekolah dengan birokrasi pendidikan. Para guru menilai laporan kondisi sekolah semestinya menjadi dasar tindakan cepat, bukan justru diperdebatkan keabsahannya.
Sementara itu, sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa beberapa pejabat Dinas Pendidikan pernah turun langsung melakukan pengukuran lokasi. Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai hasil pengukuran maupun tindak lanjut usulan pembangunan atau renovasi.
Di sisi lain, muncul pula pertanyaan terkait mekanisme penentuan skala prioritas pembangunan sekolah. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa SDN 01 Warga Indah Jaya berada pada nomor urut ke-15 dalam daftar prioritas perbaikan, sementara beberapa sekolah lain justru lebih dahulu mendapatkan bantuan renovasi.
Kondisi ini memunculkan kecurigaan publik terhadap transparansi penentuan prioritas program pembangunan pendidikan, baik yang bersumber dari DAK Fisik maupun APBD. Publik mempertanyakan apakah proses tersebut telah dilakukan secara objektif berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak di lapangan.
Di tengah polemik tersebut, muncul pula wacana pembangunan fasilitas lain seperti PAUD di lokasi berbeda. Namun masyarakat menilai bahwa langkah paling mendesak saat ini adalah menyelamatkan bangunan sekolah dasar yang sudah digunakan siswa setiap hari.
“Perbaiki dulu sekolah yang rusak parah. Jangan sampai menunggu bangunan roboh baru bergerak,” ungkap salah seorang warga sekitar.
Persoalan ini kini menjadi perhatian masyarakat luas. Banyak pihak berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., dapat turun tangan memastikan adanya evaluasi terhadap proses pengambilan keputusan di lingkungan Dinas Pendidikan.
Selain itu, publik juga mendorong Inspektorat Daerah untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak adanya maladministrasi, kelalaian, ataupun penyimpangan dalam proses pengusulan dan penetapan prioritas pembangunan sekolah.
Keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Ketika bangunan sekolah berada dalam kondisi membahayakan, maka tanggung jawab moral dan administratif pemerintah daerah menjadi sorotan utama.
Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan informasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi dan tim media membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi, tanggapan, atau penjelasan atas persoalan ini.
Redaksi berharap polemik ini tidak berhenti pada perdebatan semata, melainkan segera menghasilkan solusi nyata demi keselamatan dan masa depan anak-anak yang menimba ilmu di SDN 01 Warga Indah Jaya.
(Tim/Red | bersambung)
