Beritapiral.com – Pesawaran, Aksi teror pelemparan batu terhadap pengguna jalan kembali terjadi dan kian meresahkan. Kali ini menimpa sebuah mobil Toyota Ayla milik warga Kota Metro berinisial (Z) pada Selasa malam, 23 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, di jalur lintas Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, tepatnya di sebelah SPBU sebelum jembatan. (24/12/25)

Mobil yang melaju dari arah Bandar Lampung menuju Kota Metro tersebut mendadak dilempari batu oleh oknum tidak dikenal yang diduga duduk nongkrong di pinggir jalan. Lemparan keras itu menyebabkan bagian atas kaca pintu sebelah kiri kendaraan penyok, dan nyaris mencederai pengemudi.
Peristiwa ini bukan sekadar aksi iseng, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan nyawa. Jika batu mengenai kaca depan atau kepala pengemudi, potensi kecelakaan fatal tak terelakkan.
Bukan Kejadian Pertama, Namun Terus Terjadi
Ironisnya, warga menyebut aksi pelemparan batu di jalur Tegineneng bukan kejadian baru. Kejadian serupa disebut kerap terjadi pada malam hari, namun hingga kini tidak ada efek jera, seolah pelaku merasa aman dan kebal hukum.
“Sudah sering, tapi tidak pernah ada tindakan nyata. Kami sebagai pengguna jalan merasa tidak aman,” keluh warga.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap kinerja pengamanan wilayah, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital antar daerah yang ramai dilalui masyarakat.
Pembiaran Berpotensi Jadi Kejahatan Terorganisir
Minimnya patroli dan lemahnya penindakan menimbulkan dugaan bahwa aksi ini dibiarkan berulang, bahkan berpotensi berkembang menjadi kejahatan terorganisir jalanan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan memakan korban jiwa.
Masyarakat menilai, kehadiran aparat penegak hukum nyaris tak terasa di lokasi yang sudah lama dicap rawan tersebut.
Desakan Keras ke Kapolda Lampung dan Kapolres Pesawaran
Atas insiden ini, korban dan masyarakat mendesak Kapolda Lampung serta Kapolres Pesawaran untuk tidak tinggal diam, segera mengusut tuntas pelaku, meningkatkan patroli malam, dan menempatkan pengamanan permanen di titik rawan.
Keamanan pengguna jalan adalah hak dasar masyarakat, dan negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisme jalanan.
Imbauan Waspada, Namun Bukan Solusi
Sementara aparat belum bertindak nyata, masyarakat hanya bisa saling mengingatkan agar lebih berhati-hati saat melintas di malam hari di jalur Tegineneng. Namun imbauan semata bukan solusi, penindakan tegas adalah satu-satunya jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden teror lempar batu yang kembali menghantui pengguna jalan di Pesawaran.
(Tim/red)
