Portal Jalan atau Mesin Uang? Dugaan Pungli di Sentra Gabah Medasari Disorot Publik

Portal Jalan atau Mesin Uang? Dugaan Pungli di Sentra Gabah Medasari Disorot Publik

Beritapiral.com – Tulang Bawang,  Pemasangan portal jalan di Kampung Medasari, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang memicu sorotan tajam masyarakat. Portal yang berdiri di jalan poros antar kampung itu diduga menjadi titik pungutan terhadap kendaraan yang melintas, khususnya kendaraan pengangkut hasil pertanian. (06/04/26)

 

Sejumlah warga dan pengguna jalan mengeluhkan adanya pungutan yang dilakukan terhadap kendaraan yang melintas di jalur tersebut. Praktik tersebut diduga kuat sebagai pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, namun disebut-sebut mendapat persetujuan dari empat kepala kampung yang namanya tercantum dalam banner hasil musyawarah.

 

Padahal, jalan yang dipasangi portal tersebut merupakan akses publik yang selama ini digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, terutama distribusi hasil panen padi dari kawasan persawahan sekitar.

 

Investigasi Temukan Sejumlah Kejanggalan, Tim investigasi Beritapiral.com yang turun langsung ke lokasi menemukan sejumlah kejanggalan di lapangan. Selain tidak adanya bukti pembayaran resmi bagi kendaraan yang melintas, pengelolaan pungutan tersebut juga dinilai tidak transparan.

 

Saat tim mencoba meminta klarifikasi kepada empat kepala kampung yang disebut dalam banner musyawarah, tidak satu pun berhasil ditemui. Tim bahkan mendatangi kediaman beberapa kepala kampung untuk meminta konfirmasi secara langsung, namun rumah dalam keadaan kosong.

 

Situasi tersebut menimbulkan kesan bahwa pihak-pihak terkait seolah telah mengetahui kedatangan tim investigasi.

 

Sekdes Mengaku Tidak Tahu Namanya Dicantumkan. Upaya penelusuran akhirnya membawa tim bertemu dengan Sekretaris Kampung Hargo Rejo, Sukarman, yang namanya tercantum dalam banner sebagai notulis rapat sekaligus disebut sebagai ketua kelompok masyarakat (pokmas) yang mengelola kegiatan tersebut.

 

Namun pernyataan Sukarman justru memunculkan tanda tanya baru.  “Kalau saya sendiri tidak tahu kalau saya dicantumkan di dalam banner tersebut, Pak,” ujarnya kepada tim investigasi.

 

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti hasil musyawarah yang dilakukan.

“Saya juga tidak tahu hasil musyawarah tersebut menghasilkan apa saja poin utamanya,” tambahnya.

 

Pernyataan tersebut dinilai janggal. Pasalnya sebagai Sekretaris Kampung yang namanya tercantum sebagai notulis rapat, secara administratif hampir mustahil tidak mengetahui hasil musyawarah ataupun keberadaan berita acara rapat.

 

Tim Dilarang Melihat Buku Catatan. Kejanggalan lain juga ditemukan saat tim mencoba menanyakan jumlah uang yang telah terkumpul kepada penjaga portal bernama Parlan.

 

Ketika ditanya mengenai mekanisme pembayaran, Parlan mengakui bahwa pungutan tersebut tidak menggunakan kwitansi.

“Kami tidak pakai kwitansi, Pak. Buku ini juga tidak boleh dilihat. Kalau bapak ada urusan silakan datang ke ketua pokmas,” ujarnya.

 

Tim sempat melihat sebuah buku yang berada di atas meja yang diduga berisi daftar kendaraan yang melintas beserta jumlah pembayaran. Namun ketika tim mencoba melihat lebih dekat, penjaga portal langsung melarang.

 

Pabrik Klaim Timbunan Batu dari Mereka. Di tengah polemik yang berkembang, pihak pabrik yang berada di sekitar lokasi portal mengklaim bahwa timbunan batu yang terlihat di pinggir jalan merupakan bantuan dari perusahaan.

 

Menurut keterangan yang diperoleh tim investigasi, pihak pabrik menyebut batu tersebut diberikan secara sukarela sebagai bentuk partisipasi membantu perbaikan jalan.

 

Namun klaim tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Pasalnya hingga kini belum terlihat adanya aktivitas perbaikan jalan yang nyata di lokasi tersebut.

 

Publik Soroti Penggunaan Uang. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi, pungutan di portal jalan tersebut disebut sudah berjalan beberapa hari dan uang yang terkumpul diduga telah mencapai hampir puluhan juta rupiah.

 

Namun hingga saat ini belum terlihat adanya kegiatan perbaikan jalan seperti penimbunan, pengerasan jalan, maupun penggunaan material yang signifikan.

 

Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan transparansi pengelolaan dana yang berasal dari pungutan kendaraan tersebut.

Kawasan Sentra Pertanian. Wilayah sekitar portal dikenal sebagai salah satu kawasan sentra produksi padi di Kecamatan Rawa Jitu Selatan. Ribuan hektare lahan sawah aktif menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

 

Setiap musim panen, ratusan kendaraan pengangkut gabah melintas di jalur tersebut untuk membawa hasil panen menuju penggilingan maupun gudang penyimpanan.

 

Jika pungutan dilakukan terhadap setiap kendaraan yang melintas, potensi uang yang terkumpul dari aktivitas tersebut bisa mencapai jumlah yang sangat besar dalam satu musim panen.

 

Klarifikasi Kepala Kampung Ditunggu,  Sebagai bentuk upaya menjaga keberimbangan pemberitaan, tim investigasi Beritapiral.com juga telah mengirimkan permohonan konfirmasi kepada salah satu kepala kampung melalui pesan WhatsApp.

 

Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapatkan tanggapan.

 

Tim investigasi masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut terkait polemik portal jalan ini, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam praktik pungutan tersebut.

 

(Tim/red | bersambung)

 

Tagar:

#Beritapiral #Investigasi #DidugaPungli #PortalJalan #RawaJituSelatan #TulangBawang

Tembusan:

Bupati Tulang Bawang | DPRD Tulang Bawang | Inspektorat | Polres Tulang Bawang | Kejari Tulang Bawang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *