Pernah Dibantu Wartawan Saat Hadapi Masalah Berat, Mira: Jangan Karena Oknum, Semua Wartawan Dicap Buruk

Pernah Dibantu Wartawan Saat Hadapi Masalah Berat, Mira: Jangan Karena Oknum, Semua Wartawan Dicap Buruk

Spread the love

BERITAPIRAL.COM, TULANG BAWANG — Di tengah polemik dan sorotan terhadap profesi wartawan yang belakangan ramai diperbincangkan, sebuah kesaksian dari seorang pengguna media sosial justru membuka sisi lain yang jarang mendapat perhatian. (12/09/26)

 

Pemilik akun @Mira Fitriyani menceritakan pengalaman pribadinya ketika menghadapi persoalan berat yang menurutnya sangat mencekam dan berkaitan dengan keselamatan dirinya serta keluarganya. Saat itu, ia berada di Lampung tanpa banyak keluarga yang dapat menjadi tempat bergantung.

 

Dalam komentarnya, Mira mengaku hanya memiliki dua anak kecil dan berada dalam kondisi yang sulit. Di tengah situasi tersebut, sejumlah orang yang ia kenal sebagai wartawan datang memberikan bantuan. Menariknya, menurut Mira, bantuan itu diberikan bukan karena hubungan darah, bukan pula karena imbalan uang.

 

> “Mereka membela saya, menjaga saya, bahkan menjadi garda di depan untuk kami saat itu,” demikian kesaksian Mira dalam komentarnya.

 

 

 

Mira mengaku pada awalnya dirinya bahkan tidak mengenal dekat orang-orang tersebut. Ia hanya mengetahui bahwa mereka berprofesi sebagai wartawan. Namun, ketika persoalan yang dihadapinya semakin rumit, para wartawan tersebut tetap mendampingi hingga persoalan itu dapat diselesaikan.

 

Kesaksian tersebut kemudian mengundang perhatian tim, sehingga pemilik akun @Mira Fitriyani dihubungi untuk dimintai penjelasan lebih lanjut. Kepada tim, Mira menegaskan bahwa pengalamannya bukanlah cerita yang dibuat-buat untuk membela kelompok tertentu.

 

“Menurut saya profesi wartawan sangat mulia. Itu pernah saya rasakan seperti apa yang saya ceritakan di kolom komentar. Bila ada wartawan yang buruk, saya rasa itu bagian kecil dan itu oknum. Tidak bisa dikatakan seluruh wartawan,” ujar Mira.

 

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih yang sangat besar kepada para wartawan yang pernah membantunya. Menurutnya, persoalan yang saat itu dihadapi keluarganya dikawal hingga tuntas, sementara para wartawan tersebut tidak pernah meminta bayaran atas bantuan yang diberikan.

 

Mira mengaku dirinya sempat memberikan sedikit imbalan sebagai bentuk ucapan terima kasih. Namun, pemberian tersebut bahkan sempat ditolak oleh para wartawan yang membantunya. Bagi Mira, apa yang disampaikannya merupakan pengalaman nyata yang pernah ia alami dan siap ia pertanggungjawabkan.

 

“Saya sangat berterima kasih. Mereka membantu masalah saya sampai tuntas dan tidak pernah meminta apa pun. Saya hanya memberikan sedikit sebagai ucapan terima kasih, walaupun mereka sempat menolak pemberian saya,” ungkapnya.

 

Mira juga meminta agar ceritanya tidak dipelintir menjadi keberpihakan terhadap kubu tertentu. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di tengah berbagai persoalan dan sorotan terhadap profesi wartawan, masih ada orang-orang yang menurutnya bekerja dengan hati dan membantu tanpa terlebih dahulu menghitung keuntungan.

 

Kesaksian Mira menjadi pengingat bahwa menilai sebuah profesi hanya dari perilaku segelintir orang juga dapat melahirkan persoalan baru. Jika memang ada wartawan yang melakukan pelanggaran, tentu harus dikritik dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan. Tetapi kesalahan individu tidak serta-merta menjadi alasan untuk menghakimi seluruh insan pers.

 

Pada akhirnya, publik tetap berhak mengkritik wartawan, begitu pula wartawan wajib tunduk pada kode etik jurnalistik dan ketentuan hukum yang berlaku. Namun, di antara kritik dan sorotan tersebut, pengalaman Mira menghadirkan satu pertanyaan penting: apakah kesalahan oknum layak dijadikan alasan untuk menghapus seluruh kebaikan yang pernah dilakukan wartawan lainnya?

 

Catatan redaksi: Kisah mengenai persoalan pribadi yang dialami Mira tidak diuraikan secara detail karena yang bersangkutan menyatakan tidak dapat membuka seluruh kronologi. Redaksi menyajikan kesaksian tersebut sebagai pengalaman pribadi dan tidak bermaksud menggeneralisasi ataupun membenarkan tindakan pihak tertentu.

 

Baca berita menarik lainnya hanya di Beritapiral.com.

 

(Tim/red)

Tinggalkan Balasan