Diduga Keracunan Makanan MBG, Sejumlah Siswa SD Negeri 1 Kibang Dilarikan ke Klinik

Diduga Keracunan Makanan MBG, Sejumlah Siswa SD Negeri 1 Kibang Dilarikan ke Klinik

Spread the love

Beritapiral.com – Bawang, Insiden dugaan keracunan makanan kembali mencoreng dunia pendidikan. Sejumlah siswa di SD Negeri 1 Kibang, yang beralamat di Jl. II Kibang, Kelurahan Menggala Tengah, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG (Makan Bergizi Gratis), Senin (24/2/2026).

 

Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, beberapa siswa terpaksa dilarikan ke klinik terdekat setelah mengeluhkan mual, muntah, dan lemas. Dugaan sementara, keracunan dipicu oleh telur asin yang dibagikan pihak sekolah dan berasal dari dapur penyedia MBG.

 

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku anaknya turut mengalami gejala serupa. “Anak saya juga keracunan makanan, tapi tidak separah kawannya yang lain yang harus mendapat perawatan di klinik,” ujarnya kepada awak media.

 

Ia juga menyayangkan respons pihak sekolah saat kejadian dipertanyakan. Menurutnya, ketika para wali murid meminta penjelasan soal pengawasan dan tanggung jawab, justru muncul pernyataan yang dinilai tidak sensitif. “Kalau belum ada sepuluh orang belum bisa buat laporan, kalau di bawah 10 orang bisa saja hoaks,” ujar seorang guru sebagaimana ditirukan wali murid tersebut.

 

Pernyataan itu memicu kritik publik. Banyak pihak menilai, keselamatan satu anak saja sudah cukup menjadi alasan untuk dilakukan investigasi menyeluruh, bukan menunggu jumlah korban bertambah. Dunia pendidikan semestinya menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, terlebih menyangkut konsumsi makanan bagi anak-anak.

 

Secara hukum, dugaan kelalaian dalam penyediaan makanan yang mengakibatkan gangguan kesehatan dapat berimplikasi pada tanggung jawab administratif maupun pidana, apabila terbukti ada unsur kelalaian atau kesengajaan. Karena itu, publik mendesak dinas terkait, termasuk instansi kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang, segera turun tangan melakukan uji sampel makanan serta pemeriksaan prosedur distribusi dari dapur MBG hingga ke meja siswa.

 

Transparansi menjadi kunci. Jika program MBG bertujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak, maka pengawasan mutu bahan pangan, kebersihan dapur, serta standar distribusi wajib diawasi ketat dan tidak boleh diabaikan.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun pengelola dapur MBG belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut.

 

Sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, media ini menjalankan fungsi kontrol sosial dan membuka ruang hak jawab serta hak koreksi seluas-luasnya kepada pihak sekolah, pengelola dapur MBG, maupun instansi terkait guna menjaga keberimbangan dan akurasi informasi.

(Tim/Red l Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *