Beritapiral.com, Lampung Timur – Polemik yang sempat memicu ketegangan antara masyarakat Desa Labuhan Ratu (Pulau Sari) dengan pihak SMA Negeri 1 Labuhan Ratu terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akhirnya berhasil diredam melalui jalur musyawarah dan mediasi, Jumat (17/7/2026).
Persoalan bermula dari munculnya kekecewaan sejumlah warga yang menilai proses PPDB belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Minimnya sosialisasi mengenai mekanisme seleksi dan ketentuan yang berlaku memunculkan berbagai persepsi di tengah warga, hingga memicu tuntutan agar proses penerimaan siswa baru lebih transparan.
Menyikapi situasi tersebut, Dinas Pendidikan bergerak cepat dengan menghadirkan perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sebagai mediator. Langkah ini dinilai tepat untuk meredam gejolak sekaligus membuka ruang dialog yang konstruktif antara masyarakat dan pihak sekolah.
Forum mediasi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan. Kepala Desa Labuhan Ratu, Al Amin, hadir langsung mengawal jalannya musyawarah serta memastikan seluruh aspirasi masyarakat tersampaikan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Di sisi lain, Kepala SMA Negeri 1 Labuhan Ratu, Mulyadi, M.Pd., menunjukkan itikad baik dengan hadir secara langsung untuk memberikan penjelasan serta mendengarkan setiap masukan dari masyarakat.
Peran sentral dalam pertemuan tersebut diemban oleh anggota MKKS, Suparwan, yang dipercaya menjadi mediator. Dengan pendekatan persuasif dan komunikasi yang humanis, ia menguraikan secara rinci mekanisme PPDB, mulai dari ketentuan zonasi, jalur seleksi, hingga kuota penerimaan yang mengacu pada regulasi pemerintah.
Satu per satu pertanyaan, kritik, dan keberatan masyarakat dijawab secara terbuka. Penjelasan yang disampaikan mampu meluruskan berbagai informasi yang sebelumnya berkembang di tengah warga.
Meski demikian, masyarakat tetap menyampaikan harapan agar sekolah tidak hanya berpegang pada regulasi administratif, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial masyarakat sekitar. Warga berharap keberadaan SMA Negeri 1 Labuhan Ratu mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan tempat sekolah tersebut berdiri, khususnya dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah sekitar.
Suparwan menegaskan seluruh aspirasi masyarakat tidak akan berhenti di forum mediasi. Ia berkomitmen membawa seluruh masukan dan harapan warga kepada Dinas Pendidikan sebagai bahan evaluasi dalam penyempurnaan kebijakan ke depan.
Ketua Organisasi Barak, Joko Supriyono, bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan puluhan warga yang hadir juga mengapresiasi terlaksananya dialog tersebut. Mereka berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak sekolah terus terjalin sehingga persoalan serupa tidak kembali menimbulkan kesalahpahaman.
Mediasi yang berlangsung kondusif itu akhirnya menghasilkan kesepahaman bersama. Ketegangan yang sebelumnya mencuat berhasil diredam melalui dialog, sementara hubungan antara masyarakat Desa Labuhan Ratu dan SMA Negeri 1 Labuhan Ratu kembali terjalin dengan semangat saling menghormati, keterbukaan, dan komitmen membangun dunia pendidikan yang lebih baik.
(Tim/red | Bersambung)
