MENGGALA, beritapiral.com – Suasana sakral sekaligus meriah menyelimuti Kampung Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Keluarga besar Buai Suwai Umpu tengah menggelar prosesi agung Gawi Adat Nakou Pepadun Stan Rajou Meneng / Stan Rajou Rateu, salah satu upacara adat terbesar yang kembali dilaksanakan di Bumi Sai Bumi Nengah Nyappur. (28/04/26)
Perhelatan budaya ini menjadi perhatian masyarakat luas. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan setiap rangkaian prosesi yang sarat nilai luhur adat Lampung Pepadun. Kehadiran sejumlah tokoh nasional maupun daerah turut menambah khidmat dan kewibawaan acara.
Terlihat hadir Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., serta sejumlah tamu kehormatan lainnya yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelestarian budaya tersebut.
Rangkaian Prosesi Penuh Makna
Pelaksanaan Gawi Adat diawali dengan beberapa tahapan penting, di antaranya Pepung Tiyuh dan Pepung Marga sebagai forum musyawarah untuk mencapai mufakat adat.
Pada Senin, 27 April 2026, juga telah dilaksanakan prosesi Manjau, yakni kunjungan adat yang berlangsung penuh kekhidmatan.
Rangkaian acara masih akan berlanjut dengan agenda berikut:
Cangget, tarian adat resmi yang melibatkan para Muli Mekhanai.
Turun di Way, dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 29 April 2026.
Pecah Haji dan Pepadun, sebagai puncak penobatan gelar adat hingga penutupan resmi pada 30 April 2026.
Penobatan Gelar Adat (Adok)
Dalam Gawi Adat kali ini, dilakukan penobatan gelar kepada tokoh-tokoh sentral sebagai bentuk pelestarian trah, kehormatan keluarga, serta tanggung jawab sosial dalam tatanan adat.
Penyembang Utama:
Dr. Laode Fandhi Ahmad Zia, S.STP., M.Si – Tuan Rajou Asli / Stan Rajou Rateu
Dr. Susilawati, S.STP., M.H – Tuan Junjungan / Stan Rajou Kuasou
Siku Kanan:
Amri Darmawansyah – Menak / Tuan Bandar Adat
Saprina – Menak / Tuan Pimpinan
Siku Kiri:
Dezardi – Menak / Tuan Sebuai
Ika Suryani – Menak / Tuan Pembina
Penenggau:
Surya Irawan – Menak / Tuan Rajou Tihang
Desi Hartati – Menak / Tuan Suri
Akken / Mewarei:
M. Ami Iswandi Ismed Balaw – Tuan Muliyou
Ceri Cendiana – Tuan Anggunan
Akken Wawai Atei:
Ir. H. Onny Hendro Adhiaksono – Pengeran Bangsawan Diraja
Hj. Endah Prihatiningtyastuti – Pengeran Permaisuri
Gelar untuk Generasi Penerus
Gelar adat juga diberikan kepada generasi penerus (Juluk Anak-Anak), yaitu:
1. Muhammad Fathurrahman Zia Ulhaq – Tuan Rajou Meneng Modou
2. Muhammad Fairel Ziyad Ulhaq – Menak Sembang
3. Muhammad Faidan Zia Ulhaq – Ngedekou Pengadil
4. Muhammad Faeyza Ziyad Ulhaq – Pengeran Budiman
Harapan untuk Masa Depan Budaya
Masyarakat Menggala menyambut penuh antusias pelaksanaan Gawi Adat ini. Di tengah derasnya arus modernisasi, prosesi adat yang dilaksanakan secara lengkap seperti ini mulai jarang ditemui.
Kehadiran acara tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat generasi muda agar terus mencintai, menjaga, dan melestarikan adat Megou Pak Tulang Bawang sebagai warisan leluhur yang tak ternilai harganya.
Hasil Konfirmasi Tim
Berita ini merupakan hasil konfirmasi tim beritapiral.com bersama salah satu masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan, serta keterangan dari bagian tokoh adat Lampung guna memastikan informasi yang disampaikan sesuai fakta di lapangan dan nilai-nilai adat yang berlaku.
Catatan Redaksi:
Redaksi beritapiral.com memohon maaf sebesar-besarnya kepada para pemangku adat, tokoh adat, maupun keluarga besar penyelenggara apabila terdapat kekeliruan dalam penulisan nama, gelar, maupun urutan prosesi. Tulisan ini merupakan bentuk dukungan kami dalam mengangkat, menjaga, dan memperkenalkan seni budaya Lampung kepada masyarakat luas.
#BeritaPiral #TulangBawang #Menggala #Lampung #GawiAdat #AdatLampung #MegouPak #BudayaLampung #PelestarianBudaya #LampungSai #InfoMenggala #BeritaLampung #WarisanBudaya #TokohAdat #TradisiLampung
(Tim/red)
